Satu Lagi Saluran TV Digital Hadir Warnai Jagat Pertelevisian Indonesia, Welcome Sea Today News

Berita baik Sea Today News TV Digital Indonesia telah 'On Air', satu lagi pemain lama berpelat merah mewarnai dunia pertelevisian di Indonesia. Sea Today kepanjangan dari Southeast Asia Today. SEA Today News adalah saluran televisi berita di Indonesia milik anak perusahaan Telkom dan hadir untuk mengharumkan nama Ibu Pertiwi, tayang perdana 28 Oktober 2020. Kehadiran tv digital ini diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Indonesia dan ekonomi kreatifnya dengan cara kekinian. Telkom Group jeli dan smart dalam menangkap peluang. Mau tahu seperti apa, simak ulasannya!
Berita Baik TV Baru yang Spektakuler Mengobarkan Merah Putih secara Visual dan Kekinian, Berita Pariwisata Indonesia, Media PVK, Pariwisata Indonesia, Sea Today Kepanjangan Dari Southeast Asia Today, SEA Today News, Sea Today News Tayang Perdana 28 Oktober 2020, Telkom Cermat Membaca Peluang dan Mengharumkan nama Ibu Pertiwi, Telkom Luncurkan Saluran Berita Sea Today, TVRI Duet Sea Today Beritakan Hal Baik tentang Republik Indonesia, Welcome Sea Today News
Sea Today News Live

PariwisataIndonesia.id – Jelang Hari Pahlawan 10 November, redaksi menurunkan laporan khusus tentang tv digital baru, Sea Today sukses mengudara. Telkom Group berhasil menelorkan tv digital. Transformasi bisnis anak perusahaan Telkom perlu diacungi jempol. Strategis bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., memberi pesan perusahaan pelat merah ini bersiap hadapi persaingan dunia melalui connectivity, platform, dan services.

Baca Juga:  Pengamat: Pemerintah Ingin Jelaskan tentang Indonesia ke Luar dari Versi Subjektivitas Pemerintah Via Sea Today

Salah satu BUMN telekomunikasi raksasa di tanah air menyibak awan penuh percaya diri dengan mengepakkan sayap dan berfokus pada core bisnis utama. Sea Today menghadirkan karya anak bangsa dan mengharumkan nama Ibu Pertiwi. Kebijakan Presiden Direktur Telkom, Ririek Adriansyah menggenjot profit dengan mendorong percepatan restrukturisasi modal.

Tak bisa dimungkiri peran televisi saat ini semakin besar. Kedudukan media televisi, di bisnis ini spektakuler dan menjanjikan jika dibandingkan media lain ranking teratas, seperti misal media cetak atau situs online. Dalam hal pemberitaan, televisi menjadi agen perubahan dalam membantu literasi dan edukasi (Baca: McQuail, 2010: 509).

Baca Juga:  Tolong Dibantu ya, Simsalabim ProkProk Jadi Apa?  Tercipta Sea Today, “Horee!”

Kembali ke masa lalu, kemunculan televisi pertama kali di tanah air masih hitam putih berbeda jauh dengan televisi yang sekarang. Kata “televisi” berasal dari bahasa Yunani, memadukan dua kata ‘tele’ dan ‘visio.’ Tele berarti “jauh” dan “visio” dari bahasa latin yang berarti “penglihatan” maka “televisi” adalah alat komunikasi jarak jauh memakai media visual. Televisi menggabungkan tehnologi optik dan elektronik, televisi mampu menghadirkan tayangan bergerak kepada penonton.

Kapan televisi hadir di Indonesia? Dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 7 Agustus 1976, redaksi pariwisataindonesia.id berpendapat, televisi hadir pertama kali di Indonesia dalam format hitam putih di momen Asian Games yang dihelat di Jakarta tahun 1962. Siaran pertama yang dilangsungkan menyiarkan upacara peringatan HUT kemerdekaan Indonesia dari halaman Istana Merdeka. Kala itu, Indonesia pionir dan sukses sebagai negara keempat di Asia yang memiliki media televisi setelah Jepang, Filipina, dan Thailand.

Satu Lagi Saluran TV Digital Hadir Warnai Jagat Pertelevisian Indonesia, Welcome Sea Today News, Situs Pariwisata Indonesia, Media Pariwisata Indonesia Terfavorit, Situs Online Pariwisata Indonesia, Media Pariwisata Indonesia Terfavorit, Website Pariwisata Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Warta Pariwisata, Berita Pariwisata
TV Hitam Putih Tahun 1960-an Hadir di Indonesia

Televisi Indonesia menayangkan siaran langsung Asian Games mulai dari 24 Agustus sampai 4 September 1962. Namun demikian, bukan berarti kepemilikan televisi sudah merata ke seluruh Indonesia. Kendati TVRI telah mengudara, namun pesawat TV jumlahnya terbatas cuma dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Pesawat TV dikategorikan barang mewah. Daya beli masyarakat Indonesia belum kuat, televisi terbilang tinggi. Prestise.

Kapan televisi booming di Indonesia? Menurut sumber tadi, pada Mei 1975, karena televisi berwarna mulai dikenalkan dan harganya jauh berbeda dari televisi hitam-putih. Pemerintah melalui Ditjen Industri Logam dan Mesin dan Gabungan Pengusaha Elektronik, menetapkan harga patokan untuk penjualan pesawat televisi berwarna. Ukuran televisi berwarna ditawarkan produsen bervariasi dari 26′, 22′, 20′, 18′, 16′, dan 14′  yang dibandrol mulai dari harga Rp240.000 hingga Rp725.000. Sejak tahun itu, tayangan TV dinikmati semua lapisan dan booming.

Berkat dukungan Bapak Proklamator Indonesia, presiden pertama Republik Indonesia dan dilanjutkan Kepala Negara berikutnya dalam memakmurkan bangsa ini, ‘doeloe’ TVRI menjadi raksasa di Asia dan disegani. Tayangan TVRI terfavorit, seng ada lawan. “Itu doeloe!”

Saat ini, Sea Today News hadir mendompleng raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara(BUMN). Pengguna Indihome pasti tidak asing lagi dengan TV Digital UseeTV, dan .idKU. 

Kompetisi bisnis pertelevisian di tanah air bertambah satu, ikut menambah deretan panjang dunia pertelevisian di Indonesia. Saluran tv digital baru tapi barang lama yang disempurnakan.

SEA Today menyasar penonton publik internasional dengan dua bahasa, disiarkan dalam saluran digital seperti: TV Interaktif IndiHome, aplikasi UseeTV GO, situs UseeTV.com, aplikasi Maxstream, aplikasi SEA Today, YouTube SEA Today News dan website www.seatoday.com.

Baca Juga:  Maestro Fotografi: Sea Today Masa Depan Televisi
Baca Juga:  Pengamat: Sea Today Promosikan Indonesia ke Manca Negara, Mari Didukung
Baca Juga:  Pengamat: Sea Today Layak Didukung

Salah satu tayangan yang difavoritkan, yaitu siaran bincang-bincang sampai performance serta features dari Indonesia, asia tenggara dan dunia. Siaran Sea Today News akan didistribusikan ke mancanegara melalui kemitraan media di 10 negara diantaranya, Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan.

Demi memperkaya dan meningkatkan kualitas konten, Telkom siap membuka peluang kerja sama dengan para content provider. Langkah ini guna menyuguhkan citra positif Indonesia serta membuka mata dunia akan potensi dan prestasi, baik dari sisi kekayaan alam, masyarakat maupun budaya, serta peluang peningkatan investasi.

Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama PT Telkom Rhenald Kasali, Direktur Utama PT Telkom Ririek Ardiansyah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Kanal Berita SEA Today, Umi Kalsum Founder PVK, Berita Kemenparekraf
Foto: Soft Launching SEA Today oleh Menteri Wishnutama

Dalam menjalani bisnis ini, Telkom menunjuk PT Metra Digital Media(MDM) anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang digital content media. Sea Today News melenggang penuh percaya diri dengan prasarana menyiarkan tajir melintir, asset Sea Today News bukan kaleng-kaleng.

Semoga tv digital ini mampu mempromosikan pariwisata Indonesia dan ekonomi kreatifnya dengan cara kekinian. Sebelum Sea Today News mengudara yang mengawali siaran perdananya tanggal 28 Oktober 2020, Indonesia memiliki 300-an stasiun televisi lokal selain TVRI setempat. Jumlah terbanyak ada di provinsi Jatim dengan 52 stasiun televisi. (Baca:  id.wikipedia)

Saat redaksi PariwisataIndonesia.id mewawancara Founder dan CEO PT. Prima Visi Kreasindo (PVK) dan Pemilik Media PVK Group Umi Kalsum, srikandi berzodiak Aries kelahiran 27 Maret asal Palembang menjelaskan, “Mari kita dukung kehadiran televisi baru ini dan Sea Today News prestasi anak bangsa yang patut diacungkan jempol,” Founder dan CEO PT. Prima Visi Kreasindo(PVK) dan Pemilik sebelas media online pariwisata Indonesia dalam jaringan Media PVK Group, Umi Kalsum.

Wanita penyuka traveling yang akrab dipanggil Umi menambahkan, “Media PVK Group adalah media berfokus pada kegiatan promosi dan pengembangan wisata di tanah air. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan utama memberi manfaat pada sesama. Saya ingin mencurahkan hidup saya buat orang banyak. Saya ingin bermanfaat dan bisa berbagi untuk orang banyak,” ujarnya.

“Dengan menciptakan suatu usaha atau unit bisnis artinya saya juga bisa turut membantu orang-orang yang bernaung di bawah bisnis saya untuk sejahtera. Namun pandemi ini memukul segalanya tak terkecuali bisnis Media PVK Group dan hampir kebanyakan media lain merasakan hal sama loh, mas. Karena itu, saya menyadari dan harus membuka diri kepada para investor, khususnya Presiden Joko Widodo(Jokowi) agar media yang dibangun hampir tiga tahun juga perlu mendapatkan perhatian,” pinta Umi dalam wawancara.

Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama PT Telkom Rhenald Kasali, Direktur Utama PT Telkom Ririek Ardiansyah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Kanal Berita SEA Today, Umi Kalsum Founder PVK, Berita Kemenparekraf
Foto: Umi Kalsum Founder dan CEO PVK & Founder Media PVK Group

Redaksi juga menanyakan tanggapan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap Media PVK Group, dijawab cukup singkat,  “No comment mas!,”  Umi tersenyum sipu tak ingin berkomentar banyak.

Simak ulasan berikut dari video di channel youtube Reza Anindita Ramadhan. Tayangan ini mempromosikan saluran tv digital Sea Today. Jangan lupa untuk subscribe, tonton yuk!

Redaksi PariwisataIndonesia.id mengucapkan :

“Welcome to the club, redaksi siap berduet bersama Sea Today News. Jangan lupa, nonton Sea Today News!”