Monumen Kapsul Waktu
Kita harus menyambut baik dan mengapresiasi terciptanya landmark baru Indonesia yang hadir di Papua bernama Monumen Kapsul Waktu.

Diyakini, kehadiran kapsul ini tak sesederhana seperti apa yang terlihat, bak makan buah simalakama. “Dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati”.
Pesan tersirat yang bisa dimaknai dari kebijakan di era Presiden Jokowi, diduga, menjadi ungkapan semangat Indonesia membangun yang memprioritaskan bumi Merauke.
Sangat pantas dan tepat, karena memang sudah waktunya rakyat Papua menikmati pembangunan. Sejatinya juga dibarengi pembangunan sumber daya manusia (SDM) atau penduduk asli Papua.
Founder dan CEO PT. Prima Visi Kreasindo (disingkat PVK) Grup, Umi Kalsum mengatakan, “kebijakan Pemerintah Pusat seperti memberi pesan masa depan dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur,” kata Srikandi PVK Grup kepada Media Pariwisata Indonesia, pada Sabtu (11/4).
Wanita berdarah Palembang berzodiak Aries yang akrab disapa Umi, menyambut baik dan mengapresiasi, serta mengacungi jempol keputusan yang diambil oleh Presiden Jokowi.
Menyikapi itu, Umi mengajak semua elemen bangsa untuk turut memberikan dukungan kepada Kepala Negara, dan meyakini akselerasi visi Indonesia dalam #IndonesiaMaju sudah tentu, saat ini telah mengalami lompatan yang jauh ke depan.
“Kepala Negara, semangatnya tinggi dalam membangun Indonesia. Pemikiran Presiden benar-benar ‘out of the box’, anggaran infrastruktur dalam membangun #IndonesiaMaju terbilang spektakuler. Pandemi pun tak menjadikan halangan agar pembangunan yang sudah dicanangkan diminta untuk tetap terus berjalan. Bahkan, ia rela dan berani pasang badan dalam program pembangunan nasional ini,” paparnya.
Umi juga mengungkapkan, infrastruktur yang saat ini dibangun mempermudah wisatawan lokal dan turis mancanegara hadir hingga ke pelosok, “baik Dermaga, dan bandaranya, semua ini sudah bagus-bagus,” ujarnya.
Jalan pun begitu, termasuk pembangunan kawasan yang dibangun untuk mendukung geliat pariwisata di kawasan itu.
Bahkan, katanya, seusai perhelatan besar Asian Games masih terus didorong untuk lebih banyak lagi, even-even bersekala internasional dihadirkan di Indonesia.
Semua ini, dipersembahkan Jokowi untuk Persada Ibu Pertiwi agar Indonesia mendunia dan disegani.
Lebih jauh, Umi menyebutkan Presiden ke-7 Republik Indonesia adalah sosok yang sederhana dan selalu mengedepankan kebhinnekaan dalam perspektif budaya.
“Beliau tunjukkan melalui baju adat nusantara yang selalu ia kenakan dalam berbagai acara kenegaraan. Ketika musibah bencana alam seperti sekarang, Presiden Jokowi pun tidak tinggal diam, tampil terdepan menegaskan negara hadir di tengah ujian yang dialami sebagaian provinsi di Indonesia untuk mengikis penderitaan masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.
Lanjutnya, sangat pantas jika baru-baru ini, Jokowi meluncurkan Kharisma Event Nusantara sebagai kalender even pariwisata nasional 2021. Even itu, merangkum 34 provinsi sebagai strategi promosi dalam menarik lebih banyak lagi minat wisatawan domestik dan mancanegara, pada Jumat (10/4) lalu.
Umi juga menambahkan, sebelum ini, malah Presiden sudah mencanangkan dan terus memastikan percepatan pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas di tahun 2021 untuk segera diwujudkan melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Diungkapkannya, tentu hal itu menjadi tugas berat yang dipikul oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat ini, “patut pula untuk didukung semua pihak,” imbaunya.
Sandiaga Uno yang dikenal sebagai menteri “gercep” tentu tak bisa berjalan sendiri, ia harus mendapat sinergitas dan kolaborasi bersama dari seluruh kementerian terkait.
Tapi dia percaya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bukan orang sembarangan dan rekam jejaknya sebagai pengusaha cukup diperhitungkan. Ditambah lagi, jaringan pendukung di bawahnya, kata Umi, mengakar kuat.
Orang nomor satu di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia diyakininya mampu membawa Pariwisata Indonesia jauh lebih maju.
Menteri gercep dinilainya, cukup lincah dan visinya ‘on the track’. Umi menambahkan, suami Mpok Nur ini seperti memiliki banyak cadangan baterai alkalin (energizer, red). Energinya itu terlihat dalam semangatnya.
Umi juga memberi komentar, terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang direncanakan bakal digelar Oktober 2021, dia meyakinkan dan mengajak semua pihak, “sangat pantas jika Papua mendapatkan perhatian dan diprioritaskan, terutama terkait gelaran PON XX, mari kita dukung penyelenggaraannya tersebut,” katanya.
Menutup wawancara, redaksi menanyakan pandangannya terhadap Monumen Kapsul Waktu.
Dijawabnya, “monumen ini berisikan impian anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Nantinya, dibuka kembali setelah 70 tahun dan saat itu, kita sudah berada di tahun 2085. Saya berharap dan semoga Indonesia ketika itu, sudah makmur dan rakyatnya pun turut menikmati kebahagiaan tersebut,” tutup Founder dan CEO PVK Grup.
Tercatat dalam sejarah Indonesia, kapsul waktu ini sebelum disimpan, terlebih dahulu dibawa secara simbolis dengan cara estafet mulai dari Provinsi Aceh hingga ke seluruh provinsi dan berakhir di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Pembangunan monumen ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Hut ke-70 Kemerdekaan Indonesia tahun 2015.
Pada saat yang lain, Monumen Kapsul Waktu impian Indonesia di tahun 2085 sudah menyimpan tujuh mimpi anak-anak bangsa yang diletakkan secara permanen dalam kapsul di Merauke, Provinsi Papua dan disaksikan oleh Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana, pada Jumat (16/11/2018).
(Mr)








































Leave a Reply