Kadisbudpar Sumsel Tawarkan Kemudahan Urus Izin Usaha Via “OSS”

Kadisbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal Tawarkan Kemudahan Urus Izin Usaha Via “OSS” di website http://Oss.go.id

PariwisataIndonesia.ID – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal mensosialisasikan Penyediaan Layanan Pendaftaran Usaha Pariwisata Lintas Daerah Kabupaten/Kota melalui Online Single Submission (OSS) bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (15/10).

“Daftar izin usaha bisa ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), atau datang secara langsung, maupun via online melalui OSS di website http://Oss.go.id,” kata Kadisbudpar Provinsi Sumsel di Palembang, Jumat (15/10).

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mendata pengusaha hotel, restoran dan kafe maupun hal lain yang menyertainya terkait proses perizinan usaha.

Selain itu, pihaknya menilai, pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Imbasnya, untuk bertahan hidup bagi mereka yang terkena PHK, terpaksa beralih profesi. Namun, tidak sedikit juga yang membuka usaha sendiri.

Terkait hal tersebut, dia menginisiasi agar para pelaku usaha baru itu digandeng untuk bangkit bersama. Sebab, dari data yang yang dimilikinya mencatat, di Sumsel yang telah mengantongi izin tak sampai 2000. Padahal realita di lapangan lebih dari itu.

Turut hadir Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sekaligus aktif di asosiasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sumsel Herlan Asfiudin yang ikut angkat bicara.

Dalam kesempatan itu, Ketua PHRI Sumsel yang akrab disapa Babe mengusulkan, bahwa demi mempermudah izin usaha ada baiknya melibatkan organisasi.

“Dengan melibatkan organisasi, bisa membantu pemerintah memberikan contoh. Untuk itu berikan pelayanan yang terbaik. Misal kalau usaha di travel libatkan ASITA dan lain-lain,” usul Pria yang lahir di Prabumulih, Rabu, 27 September 1961.

Babe juga memaparkan, di Kota Palembang sedikitnya terdapat 10 ribu pelaku wisata yang bila dikelompokkan bidang usaha mereka tersebut, antara lain perhotelan, restoran, spa, kuliner, kerajinan dan lain-lain.

Namun, belum semua yang ia paparkan tersebut sudah memiliki izin usaha. Menjawab tantangan itu, diusulkannya agar terus dilakukan sosialisasi dan edukasi. Sehingga, tergerak untuk lekas mengurus perizinan.

Menanggapi hal itu, Kadisbudpar Provinsi Sumsel merespons hambatan tersebut dengan bersikap arif dan bijak.

“Untuk itulah kita undang pelaku-pelaku usaha, tapi karena pandemi maka kesempatannya terbatas. Artinya, kami melakukan ini sebagai tanggung jawab moral, karena kami dinas yang ada kaitannya dengan pariwisata,” imbuhnya.

Di akhir kesempatannya, ia tak pernah berhenti mengingatkan dan mendorong kepada mereka yang belum mengurus perizinan agar mendaftarkan jenis usahanya melalui OSS adalah sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik akan banyak memberikan kemudahan dalam hal pelayanan.

“Sekarang ini praktis. Jika tak mau ke lokasi pendaftaran, bisa melalui pendaftaran Online, jadi tak ada alasan bagi pelaku usaha wisata untuk tidak mendaftarkan Usahanya. Tentu segala jenis usaha baik restoran, hotel, penginapan, souvenir harus memiliki izin usaha,” imbaunya.

Sekalipun dilakukan secara online dijamin tersambung langsung ke dinas terkait (otomatis, red). Mengurus dengan menggunakan OSS tak perlu repot-repot mesti datang ke kantornya, “cukup daftar sesuai prosedur,” ajaknya.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya staf khusus Gubernur Bidang Pariwisata, Aziz Kemis. Lalu, staf khusus Bidang Pemuda, Hidayat Comsu. Terakhir, Ketua PHRI Sumsel, Herlan Asfiudin.

Danu, kontributor Sumatera Selatan, dari Kota Palembang mewartakan untuk pembaca Media Pariwisata Indonesia. (DN/RPS).