Kepala BNN Gelorakan #WarOnDrugs! Saat Di Lapangan Ini Kendalanya, Apa Jawab BAPPENAS

Pariwisata Indonesia, Jauhi Narkoba, Berita BNN, Berita Badan Narkotika Nasional RI, Trippers, Indonesia Traveler, Jaringan Media Pariwisata di Indonesia, Kepala BNN RI Komjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose MM, Biro Humas dan Protokol BNN RI Hanny Andhika, War On Drugs, Indonesia Bersinar, Desa Bersinar, P4GN
Kepala BNN Komjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose

Berita berikutnya, disambung dengan informasi yang masih bertalian. Sehari sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke BNN RI, pada Jumat (24/9) lalu.

Mengawalinya, Bappenas menyambangi Balai Besar Rehabilitasi BNN dalam rangka pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021 serta penyusunan kembali kertas kebijakan atau policy paper penanganan penyalahgunaan narkotika.

Rentang sehari dari Operasi Laut Interdiksi Terpadu yang resmi ditutup, Direktur Pertahanan dan Keamanan Bappenas Bogat Widyatmoko S.E., M.A., beserta rombongan kunker ke BNN guna membahas evaluasi RKP tahun 2021, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2026.

BAPPENAS Kunjungi BNN RI, Lakukan Monev Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021 (Foto: Dok.Humas BNN)

Setibanya di lokasi, langsung disambut hangat oleh Kepala Balai Besar Rehabilitasi Drs. Yuki Ruchimat M.Si., dan diterima di Auditorium Gedung Utama Balai Besar Rehabilitasi BNN RI di Lido Bogor, Jawa Barat, saat itu.

Dalam pertemuan ini, membahas tiga agenda penting sehubungan dengan evaluasi RKP tahun 2021, yaitu capaian, permasalahan dan tantangan yang selama ini dihadapi oleh Balai Besar Rehabilitasi BNN RI Lido, dibahas Pertama.

Kedua, peningkatan kapasitas Pusat Laboratorium Narkotika BNN. Ketiga, capaian dan hambatan pada Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) BNN.

Di kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar Rehabilitasi, Drs. Yuki Ruhimat, M.Si yang pertama melaporkan, katanya, areanya ini seluas 11,3 hektar dan memiliki 34 gedung.

Seusai panjang lebar disampaikannya, sambungnya, pandemi Covid-19 diakuinya, juga terdampak. Untuk itu, butuh biaya perawatan yang terbilang besar.

Berikutnya, Kepala Pusat Laboratorium BNN RI, Ir. Wahyu Widodo. Ia menjelaskan, “kasus-kasus yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut sehingga laboratorium BNN RI dapat melakukan pengujian dengan Scientific Crime Investigation untuk memperkuat proses-proses penjatuhan hukuman,” ungkapnya.

Kepala Pusat Laboratorium BNN membuka paparannya dengan lebih dulu menerangkan pencapaian prestasi yang selama ini sudah ditanganinya dan ini merupakan agenda kedua di pertemuan tersebut.

Pernyataan Wahyu Widodo bukan tanpa tedeng aling-aling. Sebab, jumlah data kasus tindak pidana narkotika yang terjadi di seluruh wilayah provinsi di Indonesia adalah berkat dukungan dari Laboratorium BNN yang telah menerapkan Crime Science Investigation.

Sudah tentu, ini terkait upaya pihak BNN dalam memperkuat proses penjatuhan hukuman.

Sehingga, masih dalam kebutuhan yang sama. Dikatakannya, instrumen yg lebih canggih untuk mendeteksi zat narkotika di era kejahatan narkotika yang terus berkembang pesat, perlu mendapatkan dukungan.

Dengan harapan, bisa membantu proses penyelidikan oleh para penyidik. Tak berhenti di situ, diakuinya, untuk melayani masyarakat lebih baik lagi, sejatinya Pusat Laboratorium BNN yang melayani secara nasional gedungnya dirasa kurang maksimal, untuk itu perlu ada penambahan.

Usai keduanya memaparkan, barulah perwakilan dari PPSDM Maulani, S.Kom. memaparkan sebagai agenda pembahasan akhir.

Pertama-tama, Maulani mengutarakan semua kemajuan atas prestasi dari divisinya tersebut. Kesudahannya, lagi dan terus lagi menjadi kendala BNN, bahwa prasarana pendukung untuk melakukan pendidikan dan IT studio (dikhususkan pada waktu pembekalan materi pelatihan, red), perlu ada peningkatan yang lebih sempurna.

Di sesi berikutnya, setelah mendengar semua masukan tersebut, Direktur Pertahanan dan Keamanan Bappenas Bogat Widyatmoko S.E., M.A., langsung menanggapinya.

Sejumlah laporan dari paparan yang disampaikan oleh para pejabat BNN RI, ditampungnya dan mengucapkan terima kasih atas ketiga agenda yang menjadi topik utama dalam pertemuan siap dan akan ditindaklanjuti.

“Saya akan mengajak Bapak Ibu sekalian untuk merumuskan RPJPN 2026 yang lebih adaptif lagi menghadapi perubahan di masa depan,” janjinya Bogat.

Direktur Pertahanan dan Keamanan Bappenas akan pertimbangkan dan mendalaminya lebih lanjut. Dia menyarankan, untuk melakukan evaluasi pada RPJPN 2026. Untuk itu, saran dia, akan melibatkan pihak BNN untuk disertakan saat merumuskan rencana RPJPN 2026. (eh)

× Hubungi kami