Blak-blakan Suami Mpok Nur Bicara Soal Omah Budoyo Jogja, Mau Tahu?

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Berita Kemenparekraf,Media PVK Group,Media PVK Group dengan 10 Situs Pariwisata dan E Magazine,Media Resmi Pariwisata Indonesia,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno,Pariwisata Indonesia,Pemilik Omah Budoyo Jogja Warwick Purser,Website Resmi Pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Omah Budoyo Jogja (Foto Instagram @purserwarwick)

PariwisataIndonesia.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disingkat Menparekraf/Kabarekraf, Sandiaga Salahuddin Uno blak-blakan menilai “Omah Budoyo Jogja”, katanya menopang dua pilar.

Dalam keterangan resminya, menerangkan maksud hal tersebut, yaitu “Omah Budoyo Jogja” dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat setempat.

Mengingat, upayanya itu dapat mendorong penciptaan lapangan kerja melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, sekaligus menumbuhkan dan menguatkan jiwa wirausaha.

“Tempat ini akan segera dibuka, kita akan lihat bagaimana kehadiran tempat ini dapat memberikan dampak terhadap kebangkitan dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif kita,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Yogyakarta, pada Jumat (8/10) kemarin.

“Sehingga, pariwisata kita semakin berkualitas dan membuka peluang usaha dan lebih banyak lapangan kerja,” tambahnya.

Tak cuma itu saja, menurut Suami Mpok Nur, Omah Budoyo Jogja juga ruang rupa kreatif atau kantong budaya yang menghadirkan beragam produk ekonomi kreatif mulai dari kriya, fesyen, termasuk kuliner.

“Hari ini kita melihat satu kolaborasi antara artisan yang dikurasi oleh Pak Warwick Purser (kurator dan pemilik Omah Budoyo Jogja) yang mewakili berbagai unsur seni seperti kriya, fesyen, kuliner, dan beberapa produk lain yang dikemas sangat apik,” ungkap Sandiaga Uno.

Kemudian, Sandiaga mendeskripsikan kehadiran Omah Budaya Jogja, sebutnya, menyasar konsep pariwisata berbasis kearifan lokal, budaya, dan fasilitas lainnya yang menyertai.

Semua itu dikatakannya, jadi satu kesatuan dalam paket yang ditawarkan untuk dinikmati wisatawan.

Lalu, orang nomor satu di lingkungan Kemenparekraf mengulas kebermanfaatan atas keberadaan Omah Budaya Jogja. Begini katanya:

Pertama, galeri eksibisi dihadirkan sebagai ruang bagi seniman untuk memamerkan beragam karya yang memiliki nilai serta kualitas yang tinggi.

Sambungnya, setiap dua bulan sekali galeri di Omah Budaya Jogja kerap menghadirkan pameran karya dari seniman-seniman yang berbeda.

Selanjutnya, di Omah Budaya Jogja juga menghadirkan restoran yang menyuguhkan ragam makanan khas Jawa

Terdapat pula pendopo yang sewaktu-waktu bisa disulap sebagai ruang untuk berbagi ilmu, seperti menggelar kelas membatik, keramik, meditasi, yoga, kelas gamelan, dan macapat (puisi tradisional Jawa).

Berikutnya lagi, Omah Budaya Jogja turut menghadirkan sebuah toko yang menawarkan beragam produk ekonomi kreatif mulai dari fesyen, aksesoris, perhiasan, dan furnitur.

Mengomentari pendapat Sandi tersebut, pemilik Omah Budoyo Jogja, Warwick Purser membenarkan. Ia pun ikut angkat bicara guna menguatkan pernyataan sang menteri, katanya, ruang rupa kreatif miliknya dapat memberikan dampak yang besar terhadap seniman-seniman lokal serta masyarakat umum.

“Kita ingin menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat pada tradisi dan produk lokal agar bisa bersaing dengan produk luar karena dari sisi kualitas dan juga cerita, kita memiliki potensi yang sangat besar,” pungkasnya.

Di akhir keterangannya, pengelola Omah Budoyo Jogja meminta pengunjung untuk disiplin patuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak, dan menjalani pengukuran suhu tubuh serta mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Redaksi PaiwisataIndonesia.ID mencatat, jam operasional Omah Budoyo Jogja buka sejak hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 10.00 – 18.00 WIB. (eh)