Silek Minangkabau

Panjago Diri Pemuda Minang
Pariwisata Indonesia
foto: wikiwand,com

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, pencak silat merupakan salah satu ilmu bela diri khas Nusantara yang terkenal di dunia. Pencak silat diyakini dipengaruhi oleh ilmu bela diri dari Cina dan India. Ilmu ini diperkirakan tiba di Nusantara pada abad ke-7 Masehi. Terdapat berbagai jenis pencak silat di Indonesia, salah satunya Silek Minang.

Pariwisata Indonesia
foto: m, wikipedia,org

Silek Minang adalah ilmu bela diri yang berkembang di wilayah Sumatera Barat. Bagi masyarakat Minang, silek memiliki dua fungsi yaitu panjago diri (pembelaan diri dari serangan musuh) dan parik paga dalam nagari (sistem pertahanan negeri). Selain itu, silek juga menjadi inspirasi gerakan dalam randai (drama Minangkabau).

Baca juga: Rumah Gadang Sumatera Barat 

Menurut catatan sejarah, Silek Minang dikembangkan sejak tahun 1129 oleh Datuak Suri Dirajo beserta empat orang pengawal Kerajaan Minangkabau yang bergelar Kambiang Utan (dari Kamboja), Harimau Campo (dari Champa), Kuciang Siam (dari Siam atau Thailand), dan Anjiang Mualim (dari Persia). Gerakan-gerakan dalam silek ini merupakan perpaduan seni bela diri lokal dan bangsa luar.

Pariwisata Indonesia
foto: kumparan,com

Terdapat beberapa jenis Silek Minang, seperti Silek Tuo (silat tua), Silek Sitalarak, Silek Lintau, Silek Luncua (silat luncur), Silek Kumango, Silek Harimau, Silek pauah, Silek Gulo-Gulo Tareh, Silek Ulu Ambek, Silek Sungai Patai, dan Silek Baruah.

Meskipun terdapat banyak jenis, Silek Minang memiliki konsep yang sama. Pertama, tagak jo langkah. Tagak atau berdiri bisa diartikan sebagai posisi pesilat yang selalu berada di jalan benar. Sedangkan langkah berarti cara berjalan. Kedua, garak (insting dalam membaca sesuatu yang akan terjadi) dan garik (respon dalam menghadapi serangan yang datang).

Pariwisata Indonesia
foto: pinterest,com

Ketiga, raso (kemampuan untuk melakukan gerakan tanpa berpikir) dan peraso (kemampuan analisis  dan penggunaan nalar dalam waktu yang singkat). Keempat, kato bajawek, gayuang basambuik (kata berjawab, gayung bersambut), yang berarti setiap jurus ada cara mematahkannya.

Kelima, tagang bajelo, kandua badantiang (tegang mengalun, kendor berdenting), yang bermakna bahwa Silek Minangkabau adalah perpaduan antara kelembutan dan kekuatan. Misalnya dalam menghadapi serangan lawan dilakukan dengan membelokan serangan tersebut untuk menghindari cedera yang berisiko.

Yang terakhir, adaik manuruik alua, alua manuruik patuik jo mungkin (alami, logis, dan efektif) di mana gerakan silek harus mengikuti alur tubuh sehingga menghasilkan gerakan yang logis dan efektif.

Silek Minang diajarkan oleh para guru di sasaran (perguruan) silek. Setiap nagari di Sumatera Barat memiliki setidaknya satu buah sasaran silek. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melindungi nagari tersebut. Pada masa dahulu, para calon perantau wajib menguasai Silek sebagai bekal di perjalanan.

Untuk belajar Silek, seorang pemuda akan diantar oleh keluarganya menemui guru Silek. Ia juga harus membawa beberapa barang sebagai persyaratan seperti kain putiah (kain putih) yang digunakan sebagai pakaian untuk sang murid, pisau sebagai simbol bahwa sang murid akan memiliki ilmu setajam pisau, lado kutu (cabe rawit), garam dan gula sebagai simbol bahwa ilmu Silek harus menggunakan rasa, endong sapatagak (satu set baju silat) untuk sang guru, serta bareh jo pitih (beras dan uang).

Baca juga: Karambit Minang Mematikan, Senjata Tradisional Urang Awak – Bacaan 17+

Biasanya, latihan Silek dilakukan pada malam hari selepas sholat Isya hingga pukul 12 malam, dan dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.

Meskipun tidak ada busana khusus yang harus dikenakan dalam Silek, tapi para pesilek harus mengenakan kabek kapalo (ikat kepala). Tuo-tuo Silek Minang percaya bahwa latihan Silek tanpa kabek kapalo akan diganggu oleh inyiak balang (harimau). Biasanya para pendekar silek juga melengkapi diri dengan berbagai jenis senjata, seperti keris, kurambit, tongkat, tombak, pisau, dan sebagainya.

Seperti banyak kebudayaan Suku Minang, Silek Minang juga merupakan ilmu bela diri yang mendunia. Selain tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Silek juga bisa didapati hingga manca negara, seperti di Singapura, Malaysia, Filipina, Austria, Spanyol, Belanda, Amerika, hingga Afrika. Penyebaran ini dilakukan oleh dua pihak, yaitu para perantau Minang dan para pendatang yang mempelajari Silek.

Pada tahun 2014, Silek Minang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Sumatera Barat.(Nita)

Baca juga: Songket Pandai Sikek