Kemenperin Menilai Program P3DN Ikut Berkontribusi Tumbuhkan Perekonomian Daerah

Kemenperin menyatakan, tidak patah arang untuk mendorong Pelaksanaan Program P3DN, dengan menggandeng berbagai pihak, selain diharapkan mampu berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing industri manufaktur nasional. Di sisi lain, bertujuan untuk mencapai kesepahaman dengan para stakeholder dan mendorong secara masif peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada berbagai pengadaan barang/jasa. Berikut ulasannya.
pariwisataindonesia-foto-kemenperin-sosialisasi-p3dn
Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo / Foto: Dok.Humas Kemenperin

”Target belanja produk dalam negeri sebesar Rp400 Triliun, setiap Pemerintah Daerah bisa mengalokasikan 75% anggarannya untuk hal ini,” sebut Nila dalam sambutannya, yang ia sampaikan saat sosialisasi Program P3DN di Kota Surakarta, Selasa (15/2/2022).

Terkait hal tersebut, kepada stakeholder di daerah diminta untuk menyusun daftar kebutuhan belanja produk dalam negerinya.

Sementara, gelaran acara yang digagas oleh Kemenperin beberapa waktu lalu itu mengusung tema, “Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Guna Mendukung Pertumbuhan Perekonomian Daerah”.

“Kami juga memberikan bimbingan teknis dan memfasilitasi business matching yang mempertemukan supply dan demand,” paparnya, kegiatan tersebut turut dihadiri Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

“Upaya ini bertujuan mengakselerasi target pembelian PDN sebesar Rp400 Triliun,” sambungnya.

Paparan yang disampaikan Nila berlanjut dengan menyoroti dampak positif dari manfaat Program P3DN.

Pertama, akan menyerap tenaga kerja yang lebih luas. Kedua, turut mengatasi pengangguran di sebuah wilayah. Kemudian, meningkatkan taraf perekonomian. Berikutnya, kesejahteraan rakyat menjadi lebih baik.

”Kami mendorong bahwa setiap orang bisa berperan bahkan menjadi pahlawan dengan cara mulai menggunakan produk dalam negeri sejak tahap perencanaan hingga pembelian,” imbaunya.

Selanjutnya, Nila turut melaporkan, bahwa Kemenperin telah memberikan 1.250 sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi perusahaan industri dalam negeri pada tahun 2022, yang pembiayaannya diperoleh dari anggaran Prioritas Nasional (PN) sebesar Rp20 Miliar.

“Saat ini, Kemenperin tengah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk penambahan anggaran sertifikasi TKDN sebesar Rp161,25 Miliar dari dana Pemulihan Anggaran Nasional (PEN),” ujar Nila.

Diharapkan, dari sosialiasi ini, pemerintah daerah dapat meningkatkan pelaksanaan Program P3DN, termasuk para pelaku industri di daerahnya melakukan sertifikasi TKDN terhadap produk-produk yang dihasilkan.

”Kemenperin merangkul para stakeholder untuk dapat melaksanakan Program P3DN dengan optimal dan memaksimalkan seluruh potensi sektor industri dalam negeri,” kata Kepala Pusat P3DN Kemenperin. (Mr)

× Hubungi kami