Surjan adalah Satu dari Beragam Baju Adat Yogyakarta yang Paling Populer

Makna filosofis baju Surjan atas 3 pasang kancing (atau 6 biji kancing) diidentikkan sebagai rukun iman, sementara 2 buah kancing di bagian dada sebelah kanan dan kiri melambangkan 2 kalimat syahadat. Terdapat pula, 5 kancing di sisi lengan panjang kanan dan kirinya yang dimaknai sebagai rukun Islam. Berikut ulasannya!
Pariwisata Indonesia, Surjan, Baju Khas adat Jogjakarta, budaya jogja, situs pariwisata indonesia, media pvk, ceo pvk grup umi kalsum
Surjan, Baju Adat di Yogyakarta

PariwisataIndonesia.ID – Provinsi Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata dengan jumlah wisatawan tertinggi di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.

Hal tersebut, bila kita mencermati dari Buku Statistik Pariwisata Yogyakarta yang menyampaikan bahwa perkembangan wisatawan periode 2015-2019 terus mengalami pertumbuhan, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, kota yang banyak menjajakan masakan gudeg ini juga menyandang sejumlah julukan, mulai dari Kota Wisata, Kota Perjuangan, hingga Kota Budaya.

Pasalnya, warisan budayanya memang masih tetap terjaga sampai sekarang. Terutama sekali, menyoroti pakaian adatnya. Untuk itu, artikel kali ini menyuguhkan secuil informasi tentang busana yang populer dan kerap ditemukan saat momen-momen resmi yang dipakai di kalangan pria, salah satunya, yaitu Surjan.

Apa sih, Surjan itu? Menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Surjan” berarti baju jas laki-laki khas Jawa, berkerah tegak, berlengan panjang yang terbuat dari bahan lurik atau bermotif kembang-kembang.

Terkait hal ini, redaksi Media Pariwisata Indonesia menyematkan ilustrasi gambar dari Instagram resmi milik Mieke dan Keluarga Besar Tora Sudiro ketika mereka tengah menampilkan baju Surjan Khas Yogyakarta. Berikut foto-fotonya, kepoin Yuk!

Mengulik lebih mendalam penggunaannya, Surjan kerap dipergunakan oleh pria pada saat upacara Grebeg. Lalu, Surjan sendiri tidak hanya satu jenis. Sebab, ada pula jenis Surjan lainnya. Jika sebelumnya, Surjan Lurik identik dengan motif lurik bergaris-garis berwarna coklat dan hitam. Maka, yang berikutnya ini, yakni Surjan Ontrokusuma.

Surjan Ontrokusuma selain terbuat dari kain sutera yang identik dengan motif bunga (kusuma). Di sisi lain, pemakaiannya diperuntukkan bagi para bangsawan yang ditampilkan ketika ada hari-hari besar atau upacara adat.

Walaupun begitu, di antara keduanya, yang paling banyak dipakai tetap Surjan dengan motif garis-garis seperti pada ilustrasi foto di atas dan di bawah ini.

Dalam penampilannya, busana adat Jogja ini acap kali dipadupadankan dengan aksesoris lainnya yang ikut menyertai, seperti kain jarik, blangkon dan menggunakan sandal yang sangat khas sekali.

Sebagai penutup, makna filosofis baju Surjan atas 3 pasang kancing (atau 6 biji kancing) diidentikkan sebagai rukun iman, sementara 2 buah kancing di bagian dada sebelah kanan dan kiri melambangkan 2 kalimat syahadat. Terdapat pula, 5 kancing di sisi lengan panjang kanan dan kirinya yang dimaknai sebagai rukun Islam.

Bagaimana, tertarik untuk menggunakan Surjan?